MENGEMBANGKAN BUDAYA KEWIRAUSAHAAN UNTUK MAHASISWA PROGRAM STUDI EKONOMI SYARIAH

Main Article Content

Purwanto Purwanto

Abstract

Besarnya kontribusi UMKM dalam perekonomian Indonesia perlu menjadi perhatian bagi para akademisi terutama program studi ekonomi syariah. Perhatian tersebut  dapat diwujudkan dengan mengembangkan budaya kewirausahaan bagi para mahasiswa. Ketika kewirausahaan sudah menjadi budaya bagi mahasiswa maka menciptakan entrepreneur- entrepreneur muda mudah untuk dilakukan. Kajian ini bertujuan pertama untuk melakukan analisa bagaimana pengajar di STAI Al Husain mengembangkan budaya kewirausahaan? Kedua untuk melakukan analisa apakah budaya kewirausahan tersebut berdampak pada meningkatnya jiwa mahasiswa untuk berwirausaha? Studi ini merupakan studi lapangan dengan pendekatan kualitatif. Jenis data penelitian adalah data primer, berupa data pengamatan atas kegiatan pembelajaran kewirausahaan dan pengantar bisnis pada program studi ekonomi syariah di Sekolah Tinggi Agama Islam Al Husain. Analisis mengenai budaya kewirausahaan dilakukan secara analitik dengan menggunakan teori Dimensionalizing Cultures yang dikembangkan oleh Hofstede (2011). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari enam dimensi budaya menurut Hofstede (2011) yang terdiri atas Power Distance, Uncertainty Avoidance, Individualism versus Collectivism, Masculinity versus Femininity, Long Term versus Short Term Orientation dan Indulgence versus Restrain telah dikembangkan oleh pengajar untuk mengembangkan budaya kewirausahaan mahasiswa. Enam dimensi budaya tersebut disampaikan secara teoritis maupun secara praktis kepada mahasiswa sesuai dengan materi pembelajaran sehingga dapat mengembangkan budaya kewirausahaan mahasiswa.

Article Details

Section
Artikel

References

Bustami, B., Bernadine, Nurlela, Sandra, A., & Indroes, N. F. (2007). Mari Membangun Usaha Mandiri, Pedoman Praktis bagi UMKM. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Dheer, R. J. S. (2016). Cross-national differences in entrepreneurial activity : role of culture and institutional factors. Small Bus Econ, 1(1), 1–30.
Direktorat Pemberdayaan Koperasi dan UKM. (2013). Membangun Budaya Kewirausahaan. Warta KUMKM, (2), 1–16.
Gunartin. (2017). Penguatan UMKM Sebagai Pilar Membangun Ekonomi Bangsa. Eduka: Jurnal Pendidikan Hukum Dan Bisnis, 5(1), 59–74.
Hofstede, G. (2011). Dimensionalizing Cultures: The Hofstede Model in Context. Online Readings in Psychology and Culture, 2(1), 1–26.
Kreiser, P. M., Marino, L. D., Dickson, P., & Weaver, K. M. (2010). Cultural influences on entrepreneurial orientation: The impact of national culture on risk taking and proactiveness in SMEs. Entrepreneurship: Theory and Practice, 34(5), 959–983.
Perdhana, M. S. (2015). Perhitungan Nilai Budaya dengan Menggunakan Value SUrvey Module 2008 Sebuah Telaah Kritis. Jurnal Bisnis Strategi, 24(1), 1–10.
Rigg, C., & Sparrow, J. (1994). Gender, Diversity and Working Styles. Women in Management Review, 9(1), 9–16.
Serrano, J. F., Berbegal, V., Velasco, F., & Expósito, A. (2017). Efficient entrepreneurial culture: a cross-country analysis of developed countries. International Entrepreneurship and Management Journal, 14(1), 105–127.